PADANG – Aksi penyamaran yang dilakukan oleh Aiptu Dafit Rico Darmawan—atau yang lebih akrab dikenal sebagai David Wewe—dalam membekuk pelaku kejahatan kerap menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial. Berkat loyalitas dan respons cepatnya dalam melayani masyarakat, Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang, Polda Sumatera Barat (Sumbar) ini resmi diusulkan untuk menerima penghargaan bergengsi Hoegeng Awards 2026.
Usulan tersebut datang dari Sari Lenggogeni, seorang Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), yang mengaku sangat terkesan dengan rekam jejak dan integritas sang polisi.
Quick Response dan Posko yang Selalu Terbuka
Sebagai Kepala Tim (Katim) Klewang atau Opsnal Satreskrim Polresta Padang, David Wewe dikenal menerapkan prinsip pelayanan tanpa pandang bulu. Menurut Sari, masyarakat dari berbagai kalangan bahkan rela datang langsung ke Posko Tim Klewang demi mendapatkan penanganan cepat, yang kini fungsinya sudah menyerupai Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) kedua.
“Beliau itu quick response. Jadi, siapapun, tanpa status apapun, dengan latar belakang apapun, selalu menindaklanjuti laporan,” ungkap Sari.
Selain responsif di lapangan dan melalui call center, David juga dikenal berjiwa sosial tinggi. Saat bencana banjir bandang melanda Padang pada November 2025 lalu, ia turun langsung memberikan bantuan logistik serta kebutuhan bagi warga yang terdampak.
24 Tahun Mengabdi dan Strategi Penyamaran Unik
Berkarier di dunia reserse selama hampir 24 tahun membuat kemampuan investigasi David tidak perlu diragukan lagi. Ia kerap membagikan video penangkapan di media sosial sebagai bentuk transparansi kerja Polri kepada publik.
Untuk menangkap target yang lihai melarikan diri, David tidak ragu melakukan berbagai trik penyamaran kreatif. Salah satu aksi terbarunya adalah menyamar sebagai pengamen di dalam bus demi meringkus seorang pelaku penganiayaan maut yang sempat buron selama 6 bulan di Depok.
Misi Mengikis Stigma Lama dan Mengembalikan Kepercayaan
Bagi David, bertugas di satuan reserse kriminal bukan lagi sekadar profesi, melainkan sudah menjadi hobi dan panggilan jiwa. Ia berkomitmen penuh untuk menghapus stigma negatif di masyarakat mengenai pelayanan kepolisian.
“Saya pengin mengubah saja. Karena kan masyarakat mungkin masih memiliki pola lama, misal lapor polisi takut, harus bayar dulu bergerak. Jadi, masyarakat merasa percaya kembali,” pungkas David, yang menegaskan kesiapannya untuk terus mengabdi dan menjaga amanah warga serta pimpinan.






