Sinunukan, viralkriminal.com – Sabttu,1 Agustus 2026.
Pertandingan perempat final (8 besar) Kompetisi Sepak Bola Kijang Putra Cup II mempertemukan PSSD FC (Persatuan Sepak Bola Suka Dame) selaku tuan rumah menghadapi PDL FC asal Dalan Lidang, Simpang Gambir. Laga yang digelar di Lapangan Hijau Desa Suka Dame, Kecamatan Sinunukan, berlangsung sengit dan menyuguhkan tontonan menarik bagi ratusan penonton yang memadati sisi lapangan.
Meski kondisi lapangan kurang bersahabat tergenang air akibat sempat diguyur hujan, kedua tim tetap menampilkan permainan menyerang dengan skill yang memukau, semangat juang para pemain tak surut, menjadikan pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Laga dipimpin oleh wasit tengah Agus Salim, didampingi asisten wasit Mardin (AW 1) dan Nanda (AW 2). Ketiganya mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan baik, meski duel keras antarpemain beberapa kali terjadi sepanjang laga.
PSSD FC yang mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah berhasil membuka keunggulan pada menit ke-27 melalui gol yang dicetak Rafi. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, PDL FC asal Dalan Lidang, Simpang Gambir, tampil lebih agresif. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Rafiki sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-37, sehingga pertandingan semakin menegangkan.
Hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal menambah gol. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui drama adu penalti. Dalam adu mental tersebut, PSSD FC tampil lebih tenang dan berhasil menundukkan PDL FC dengan skor 4-3, sekaligus memastikan tiket ke babak semifinal Kijang Putra Cup II.
Di balik panasnya persaingan di lapangan, sportivitas tetap menjadi pemandangan utama. Para pemain mampu menjaga sikap profesional hingga pertandingan usai. Sementara itu, personel Polsek Batahan terus melakukan pengamanan sehingga seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pertandingan ini kembali membuktikan bahwa Kijang Putra Cup II bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung lahirnya talenta-talenta sepak bola daerah yang siap berkembang serta mempererat tali persaudaraan antarklub di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.
(MO)






